Penyakit Angin Duduk – Gejala, Penyebab, dan Penangannya

Penyakit Angin Duduk – Gejala, Penyebab, dan Penangannya [Wajib Tahu]

Angin duduk, gangguan kesehatan yang kerap dianggap sepele ini adalah satu dari beberapa penyakit yang sudah merenggut nyawa puluhan ribu orang. Dan tentu, saat sudah merenggut begitu banyak nyawa, penyakit ini pun sudah tidak bisa lagi dikategorikan sebagai penyakit sepele.

Walaupun sebagian orang mengatakan kalau penyakit ini adalah penyakit yang sepele, tapi tidak sedikit juga yang mengatakan kalau penyakit ini adalah penyakit yang berbahaya, bahkan sebagian mengaitkan penyakit ini dengan jantung koroner.

Namun, dari segi ilmu kesehatan sendiri, penyakit ini adalah kondisi dimana penderita mengalami nyeri di area dada yang diakibatkan oleh disfungsi otot jantung karena kekurangan pasokan aliran darah. Secara umum, kekurangan aliran darah ini diakibatkan penyempitan pembuluh darah karena penumpukan lemak atau sejenisnya.

Apa Saja Jenis Angin Duduk?

Apa Saja Jenis Angin Duduk

Seperti yang sudah Anda ketahui bersama. Penyakit ini timbul karena penyumbatan pembuluh darah akibat penumpukan lemak pada pembuluh darah koroner. Namun tahukah Anda? Dilihat dari penyebabnya, penyakit memiliki beberapa jenis, seperti:

1. Angin duduk stabil
Penyakit ini biasanya terjadi pada olahragawan. Mereka yang punya aktivitas fisik yang lebih banyak cenderung beresiko terkena penyakit ini. Sebab, saat mereka berolahraga/melakukan aktivitas fisik, otot jantung mereka akan bekerja ekstra untuk menyuplai aliran darah ke arah jantung.

Namun hal yang berbeda akan terjadi kalau aliran darah koroner mengalami penyumbatan. Karena saat itu terjadi, darah akan tertahan, jantung tidak akan bekerja dengan baik, dan hal tersebut tentu dapat menyebabkan penyakit ini, atau bahkan kematian mendadak.

2. Angin duduk tidak stabil
Tidak berbeda jauh dengan jenis yang lain, jenis ini juga sama-sama disebabkan oleh penyumbatan di pembuluh darah koroner, yang diakibatkan oleh penumpukan lemak atau yang sejenisnya.
Namun berbeda dengan jenis lain, jenis ini cenderung ramah dengan siapa pun, bahkan mereka yang tidak suka olahraga pun berpotensi untuk menderita penyakit ini. Sebab, bagaimana pun juga, setiap orang yang punya pembuluh darah yang tersumbat, pasti Ia juga berpotensi menderita penyakit ini.

Mungkin sudah jadi hal yang tidak asing kalau ada orang yang menganggap penyakit ini adalah jenis lain dari masuk angin. Dengan anggapan tersebut, kadang mereka menangani penyakit ini dengan tindakan sepele, atau bahkan tindakan yang di luar batas normal.

Kerokan. Tindakan ini kadang dilakukan kerabat penderita pada penderita. Dan yang lebih parahnya lagi, kadang mereka tidak segan untuk melakukan kerokan di area dada, area dimana penderita mengeluh kesakitan, area dimana sensitifitas penderita sedang berada di sana. Padahal jika ditilik dari ilmu kesehatan, tindakan ini amatlah beresiko, bahkan tergolong ke tindakan yang dilarang karena efeknya yang berbahaya untuk kesehatan penderita.
Dan perlu Anda tahu, penyakit angin duduk ini tidak hanya berpusat pada bagian dada, Ia bisa menjalar ke bagian tubuh lain seperti lengan atau bagian dada atas.

Terlalu seringnya penyakit ini disamakan dengan masuk angin kadang juga menimbulkan presepsi baru. Kadang penderita atau kerabat kerap menangani penyakit ini dengan memberikan obat masuk angin, atau minyak gosok demi menghilangkan rasa nyeri dibagi dada.

Namun perlu digaris bawahi kembali. Penyakit ini bukanlah masuk angin atau sejenisnya. Dalam ilmu kedokteran penyakit ini disebut dengan Angina. Gejalanya memang cenderung mirip dengan masuk angin, tapi itu bukan alasan untuk memberikan penanganan yang sama pada penyakit yang berbeda.

Satu hal lagi, angin duduk adalah penyakit yang bisa dibilang serius. Sudah ada ribuan orang yang mengalami kematian akibat penyakit ini. Jika tidak ditangani dengan baik, gejala akan bertambah parah, dan bisa menimbulkan masalah yang serius, termasuk kematian.

Gejala Angin Duduk

Gejala Angin Duduk

Sedikitnya ada 7 gejala yang bisa Anda rasakan saat mengidap penyakit ini. DI antaranya adalah:
1. Nyeri di bagian dada
Gejala ini adalah gejala yang paling banyak ditemui. Penderita umumnya mengalami nyeri di area dada saat fase awal. Biasanya, mereka yang sudah merasakan nyeri dada akan mengalami rasa sesak, tertekan, dan tertindih benda berat di area dada.

2. Nyeri yang menjalar
Pada fase awal penderita akan mengalami nyeri di bagian dada saja. Namun pada fase berikutnya, penderita justru akan mengalami nyeri di beberapa area tubuh, seperti; punggung, leher, dan juga bagian lengan.

3. Rasa mual
Gejala angin duduk ini kadang disamakan dengan gejala masalah pencernaan. Tidak jarang juga gejala ini disamakan dengan gejala masuk angin.

Kendati sama, ketiga penyakit punya identitas gajala yang berbeda. Untuk masalah pencernaan gejala yang timbul hanya rasa mual saja. Gejala masuk adalah mual, namun diibangi dengan rasa dingin, kepala terasa pusing, juga berat.

Angina berbeda dengan keduanya. Ia memiliki identitas tersendiri, yaitu rasa nyeri di bagian dada. Kedua penyakit tersebut tidak mungkin memiliki gejala ini. Jadi bisa disimpulkan, gejala mual pada Angina selalu diimbangi dengan rasa mual dan nyeri di bagian dada. Kalau tidak, maka bisa jadi gejala tersebut gejala lain selain gejala angin duduk.

4. Mudah lelah
Kadar kesehatan penderita Angina semakin hari akan semakin menurun. Cirinya, Ia akan mudah lelah, muka pucat, serta sering mengeluarkan keringat dingin pada telapak tangannya.

5. Sesak napas
Penderita biasanya mengalami sesak napas sesaat setelah kelelahan. Hal ini disebabkan karena rasa tidak nyaman yang dialami atau ketidakmampuan tubuh mendapat oksigen.

6. Berkeringat
Keringat yang dikeluarkan di sini bukanlah keringat layaknya orang sehat, melainkan keringat dingin yang menandakan adanya masalah pada tubuh. Gejala ini juga selalu diimbangi dengan rasa lelah, mual, dan rasa dingin di sekujur tubuh.

7. Pingsan
Gejala angin duduk ini adalah yang paling parah. Saat sudah mengalami 6 gejala di atas, bukan tidak mungkin penderita akan pingsan dan tidak sadarkan diri. Saat kondisi ini terjadi, tindakan yang paling mungkin dilakukan adalah merujuk penderita ke rumah sakit terdekat.

Cara Menangani Angin Duduk

Angina sendiri harus ditangani dengan tindakan medis seperti pemberian obat, terapi, atau melakukan operasi. Namun penyakit ini bisa dicegah dan diminimalisir dengan beberapa cara berikut:

  1. Disiplin melakukan pola hidup sehat
  2. Hindari stres
  3. Makan makanan sehat dan jauh dari lemak
  4. Kurangi rokok dan alkohol
  5. Jauhi resiko penyumbatan darah

Nah, itulah beberapa hal seputar angin duduk. Semoga materi tentang penyakit ini sedikit banyaknya membantu Anda untuk melakukan tindakan pencegahan, penanganan, dan perawatan pasca menderita penyakit ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.